Diet mediterania selama ini dikenal untuk menyehatkan tubuh secara
keseluruhan dan membantu mencegah kepikunan dengan meningkatkan kognisi.
Namun, ilmuwan Perancis justru mengklaim hal sebaliknya. Para
peneliti ini mengatakan jika pola diet yang banyak mengkonsumsi,
sayuran, kacang-kacangan, buah, minyak zaitun, minyak ikan, dan sereal
ini tidak terbukti dapat meningkatkan konsentrasi di masa tua.
Menurut mereka, diet mediterania hanya dapat mencegah jantung
dan kanker, serta meningkatkan harapan hidup. Diet rendah lemak jenuh
ini justru menghambat pemasokan aliran darah ke otak sehingga menghambat
sistem kognisi. Hal yang sama juga dikatakan akademisi dari Paris
Sorbonne University bahwa tidak ada keterkaitan diet mediterania dengan
peningkatan konsentrasi pada usia lanjut.
Para peneliti ini melakukan pengamatannya pada 3.000 orang berusia
setengah baya yang sudah melakukan diet mediterania selama lebih dari
satu dekade. Mereka lalu membaginya dalam tiga kelompok sesuai
"kepatuhan" pola diet mediterania yang dijalankan masing-masing
peserta.
Setelah para peserta berusia 65 tahun, mereka kembali melakukan tes
terkait dengan memori dan konsentrasi. Peneliti tidak menemukan
perbedaan di antara ketiga kelompok ini. Pimpinan penelitian Emmanuelle
Kesse-Guyot mengatakan: "Diet mediterania yang telah dilakukan sama
sekali tidak berpengaruh pada kinerja kognitif."
Survei yang samapun dilakuakan Yayasan Kesehatan Masyarakt di Paris
dengan obyek wanita diatas usia 65 tahun yang menjalankan diet
mediterania. Mereka juga tidak menemukan hasil tes yang lebih baik dalam
tes memori.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar